Training SMK3 - Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001 Batch VII, Jakarta 5 - 6 Agustus 2010

July 29, 2010 by admin  
Filed under Health & Safety, OHSAS / SMK3, Training

Print This Post Email to friends

PENDAHULUAN

Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 Peraturan Menteri tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

Phitagoras bermaksud untuk menyelenggarakan training Sistem Manajemen K3 (SMK3) berdasarkan Standard Internasional OHSAS 18001:2007 supaya perusahaan dapat memenuhi regulasi pemerintah tersebut sekaligus menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

GARIS BESAR PROGRAM TRAINING SMK3

1. Dasar - dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. Maksud dan Tujuan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007
3. Pengenalan dan interpretasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007
4. Metode Penyusunan SMK3
5. Mengelola Kinerja SMK3 di tempat kerja
6. Hazard Identification and Risk Assessment
7. Implementasi dan Sertifikasi SMK3

Read more

Training Professional Accident Investigation Batch VI, Yogyakarta 23 - 24 September 2010

July 29, 2010 by admin  
Filed under Accident Investigation, Training

Kecelakaan akan menyebabkan kerugian dan mengurangi keuntungan perusahaan, tetapi masih banyak yang belum mau melakukan tindakan penanggulangan dengan baik dan serius. Padahal kecelakaan sering terjadi ditempat kerja, bahkan terkadang kecelakaan yang sama terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, tanpa ada upaya penanggulangan sedikitpun. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisa setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang.

Read more

Training Basic of Health & Safety Batch V, Bandung 29 - 30 September 2010

July 29, 2010 by admin  
Filed under Basic Safety, Health & Safety, Training

Print This Post Email to friends

Banyak kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan.

MANFAAT BASIC SAFETY TRAINING

  1. Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.
  2. Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya.
  3. Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan

MATERI TRAINING BASIC SAFETY
1.    Occupational Health & Safety Foundations
2.    Reasons for having Occupational Health & Safety (OHS) in the Company
3.    Hazards Identification, Risk Assessment & Risk Control
4.    Emergency Response
5.    Permit to Work System
6.    Job Safety Analysis
7.    Occupational Health & Safety Programs
8.    Occupational Health & Safety Management System

Read more

Training First Aid at Work, Jakarta 23 - 24 September 2010

July 29, 2010 by admin  
Filed under First Aid, Health & Safety, Training

Materi yang akan disampaikan pada training first aid ini adalah:

1. Dasar-dasar pertolongan pertama
2. Pemeriksaan primer dan pemeriksaan sekunder
3. Teknik memanggil bantuan medis
4. Penunjang Hidup Dasar/Basic Life Support : Resusitasi Jantung dan Paru (CPR)
5. Syok dan pingsan
6. Luka perdarahan: memar, perdarahan luar, perdarahan dalam, luka bakar
7. Cedera tulang dan sendi : terkilir, dislokasi sendi, patah tulang
8. Alat dan perlengkapan pertolongan pertama.
9. Pembalutan
10. Pembidaian
11. Keracunan, termasuk gigitan dan sengatan binatang berbisa
12. Penyakit-penyakit darurat : serangan jantung, stroke, epilepsi, diare
13. Gangguan akibat suhu ekstrem : kelelahan panas, heat stroke, hypothermia
14. Teknik evakuasi dan transportasi korban
15. Simulasi

Read more

Training CSMS - Contractor Safety Management System Batch VIII, Bali 13 - 15 Oktober 2010

July 29, 2010 by admin  
Filed under CSMS, Health & Safety, Training

Print This Post Email to friends

Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja sangat mandatory untuk Contractors, Vendors dan Suppliers yang bergerak di Industri Oil & Gas. Kinerja Sistem Manajemen K3 organisasi para Contractor, Vendor dan Supplier akan diaudit terlebih dahulu sebelum mendapatkan kontrak.

Tujuan Training CSMS:
1. Untuk memperkenalkan program CSMS, elemen serta persyaratannya
2. Membantu kontraktor untuk mempersiapkan diri dan memenuhi persyaratan CSMS
3. Membantu membina kontraktor meningkatkan sistem K3

MATERI TRAINING CSMS - CONTRACTOR’S SAFETY MANAGEMENT SYSTEM

1. Introduksi CSMS
2. Konsep CSMS
3. Tujuan CSMS
4. Proses CSMS
1) Risk Assessment
2) Pre - Qualification Process
3) Selection and Job Awarded
4) Pre Job Activity
5) Work in Progress
6) Final Evaluation
5. HSE Program

Read more

Health and Safety Auditing based on OHSAS 18001:2007 Batch V, Bandung 20 - 22 Oktober 2010

PENDAHULUAN
Top management dari setiap organisasi yang telah dengan segala upaya merancang, mempersiapkan dan melaksanakan Occupational Health & Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007 akan selalu bertanya tentang keefektifan dari pelaksanaan System tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah System telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Hasil dari Internal Audit akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review yang disyaratkan oleh OHSAS 18001:2007.

Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit? Dalam pelatihan dua hari ini peserta akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu semua, serta dilatih bagaimana cara melakukan Internal Audit, termasuk praktik langsung melakukan Audit Internal di Perusahaan.

Read more

Training Ergonomics: Applied Industrial Ergonomics, Jakarta 28 - 29 Oktober 2010

July 29, 2010 by admin  
Filed under Ergonomics, Health & Safety, Training

PENDAHULUAN
Applied Industrial Ergonomics aim to learn how to improve the health, safety and productivity of your workforce through practical ergonomics solutions. Gain the skills and tools you need to make simple and effective ergonomic improvements in the industrial environment. Organisations with active health and safety programmes have many advantages including reduced absenteeism, reduced staff turnover, lower healthcare costs, reduced insurance premiums and compensation claims, fewer work related injuries and improved productivity. Especially on industrial ergonomics, this is should demonstrate how to apply ergonomics principles to industrial environments at three different levels of intensity. This approach will help reduce staff sickness and absenteeism, reduce healthcare costs, insurance premiums and compensation claims, improve the productivity of the workforce and the quality of the product. Ergonomic assessments clearly identify challenges and practical solutions enabling you to resolve workplace issues. Training is an essential element to ergonomics program success.

TRAINING ERGONOMICS CONTENT:

  1. Introduction to Occupational Ergonomics
  2. Work-Related Musculoskeletal Disorders
  3. Recognising Ergonomic Issues
  4. Evaluating Ergonomic Risk Factors
  5. Prioritising Ergonomic Risk
  6. Manual Material Handling Tasks: Lifting equation
  7. Office Ergonomics
  8. Ergonomic Design Guidelines
  9. Ergonomic Improvements: Rapid Team event
  10. Performing an Ergonomics review: Ergonomics Program Evaluation.
  11. Video Manual Handling.

Read more

Training HAZOPS Batch VII, Bandung 28 - 30 Juli 2010

July 25, 2010 by admin  
Filed under HAZOPS, Health & Safety

print_link] Email to friends

THE OBJECTIVES OF THIS HAZOPS TRAINING
Hazops training are intended to:

  1. Give an appreciation of the risk management process to position HAZOP within that process
  2. Provide an in-depth understanding and experience of the various HAZOP techniques and their correct application

Read more

Implementing an Effective Health and Safety Program in the Laboratory Batch VIII, Bandung 5 - 6 Agustus 2010

July 25, 2010 by admin  
Filed under Health & Safety, Laboratory, Laboratory Safety

There are many categories of hazards that might be encountered in a laboratory setting, and situations can change frequently. Even after you have identified and controlled all current risks, it is critical that you remain open to the possibility that new unexpected dangers can arise. Periodically verify the hazards are required. All employees who work with hazardous chemicals must be apprised of the hazards of chemicals present in their work area. This training must be provided before initial assignment and before new exposure situations. Personal protective equipment necessary for the safe handling of hazardous substances must also be provided. Employees who work with chemicals in laboratories must be trained on the Laboratory Standard. Additional training is required when new exposure situations arise. Such situations include the use of new chemicals, greater quantities of chemicals, and different procedures.

Read more

Training Behavior Based Safety Batch IV, Bandung 4 - 6 Agustus 2010

July 25, 2010 by admin  
Filed under Behavior Safety, Health & Safety

LATAR BELAKANG
Banyak perusahaan industri/manufaktur yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi dan berflutuasi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan.

Penelitian angka statistik menunjukkan bahwa 96% dari semua kecelakaan kerja disebabkan karena faktor perilaku manusia. Pekerja adalah manusia yang cenderung mempunyai sifat ceroboh, lalai, sering mengambil jalan pintas (short-cut), tidak mematuhi standar prosedur operasi, dll. Ini semua merupakan paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), yang sering disebut sebagai perilaku tidak aman (unsafe behaviour). Perilaku aman dan tidak aman dari seorang pekerja tidak pernah dianalisa, bahkan tidak pernah dilaporkan sama sekali. Kalaupun ada sistem pelaporannya, akan cenderung mengarah pada suasana saling menyalahkan satu dengan yang lain (blame culture). Padahal, menurut analisa paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), tidak ada perbedaan antara perilaku tidak aman dengan kecelakaan kerja (accident). Keduanya sama-sama “berwujud” sebagai “gunung es”. Bagaimana caranya agar gunung es tersebut mengecil dan mencair ? Perlu adanya suatu komitmen dari semua manajemen dan pekerja, tentang perlunya menghangatkan suasana K3 diorganisasi perusahaan, agar tidak terjadi gunung es yang berkelanjutan, melalui program yang disebut “Behavioral Based Safety”.

Program ini memang sengaja diolah dan dikemas untuk diberikan kepada perusahaan tertentu yang mau menumbuhkan benih kultur K3 (safety culture) di perusahaan tersebut. Program “Behavior Based Safety” ini akan dikelola oleh para pimpinan perusahaan, semua manajer dan supervisor dari perusahaan tersebut. Agar mereka cakap dan handal untuk mengelolanya, maka perlu adanya suatu pelatihan yang dikemas khusus untuk memenuhi kultur K3 yang diinginkan. Pada saat training nanti, mereka akan dibekali teknik metoda baru untuk melakukan percakapan yang berkualitas (“quality conversation”) tentang K3.  Metoda baru ini, sangat dikenal di banyak industri maju yang sudah mencapai nihil kecelakaan kerja, dengan pendekatan iklim K3 yang kondusif (“postive safety climate”). Diharapkan setelah selesai pelatihan, para pimpinan perusahaan, manajer dan supervisor akan mempunyai “mind-set” yang berubah dari sebelumnya, disamping program “Behavior Based Safety” (BBS) yang harus dikelola dari hari ke hari.

Read more

Next Page »