Training CSMS - Contractor Safety Management System Batch VI, Jakarta 22 - 24 Maret 2010

March 7, 2010 by admin  
Filed under CSMS, Health & Safety, Training

Print This Post Email to friends

Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja sangat mandatory untuk Contractors, Vendors dan Suppliers yang bergerak di Industri Oil & Gas. Kinerja Sistem Manajemen K3 organisasi para Contractor, Vendor dan Supplier akan diaudit terlebih dahulu sebelum mendapatkan kontrak.

Tujuan Training CSMS:
1. Untuk memperkenalkan program CSMS, elemen serta persyaratannya
2. Membantu kontraktor untuk mempersiapkan diri dan memenuhi persyaratan CSMS
3. Membantu membina kontraktor meningkatkan sistem K3

MATERI TRAINING CSMS - CONTRACTOR’S SAFETY MANAGEMENT SYSTEM

1. Introduksi CSMS
2. Konsep CSMS
3. Tujuan CSMS
4. Proses CSMS
1) Risk Assessment
2) Pre - Qualification Process
3) Selection and Job Awarded
4) Pre Job Activity
5) Work in Progress
6) Final Evaluation
5. HSE Program

Read more

Training SMK3 - Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001 Batch V, Jakarta 22 - 23 April 2010

March 7, 2010 by admin  
Filed under Health & Safety, OHSAS, SMK3, Training

Print This Post Email to friends

PENDAHULUAN

Pada tahun 1996, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 Peraturan Menteri tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

Phitagoras bermaksud untuk menyelenggarakan training Sistem Manajemen K3 (SMK3) berdasarkan Standard Internasional OHSAS 18001:2007 supaya perusahaan dapat memenuhi regulasi pemerintah tersebut sekaligus menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

GARIS BESAR PROGRAM TRAINING SMK3

1. Dasar - dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. Maksud dan Tujuan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007
3. Pengenalan dan interpretasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007
4. Metode Penyusunan SMK3
5. Mengelola Kinerja SMK3 di tempat kerja
6. Hazard Identification and Risk Assessment
7. Implementasi dan Sertifikasi SMK3

Read more

Training HAZOPS Batch VII, Bandung 28 - 30 April 2010

February 18, 2010 by admin  
Filed under HAZOPS, Health & Safety

Print This Post Email to friends

THE OBJECTIVES OF THIS HAZOPS TRAINING
Hazops training are intended to:

  1. Give an appreciation of the risk management process to position HAZOP within that process
  2. Provide an in-depth understanding and experience of the various HAZOP techniques and their correct application

Read more

Implementasi Sistem Manajemen Laboratorium ISO 17025 di PT Chevron Pasific Indonesia,Laboratorium Duri dan Minas

February 18, 2010 by admin  
Filed under Blog, Safety Training

Dalam rangka Implementasi Sistem Manajemen Laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2005 di PT. Chevron Pasific Indonesia, Phitagoras sebagai pihak yang ditunjuk menjadi Konsultan ISO 17025 tersebut memberikan training Laboratory Preparation for ISO/IEC 17025:2005 Accreditation yang berlangsung pada tanggal 25 - 29 January 2010 di Laboratorium Duri Site dan tanggal 1 - 5 February 2010 di Laboratorium Minas Site. Training tersebut membahas topik berikut: Pengenalan ISO/IEC 17025:2005, Internal Audit, Validasi Metode, Uji Profisiensi, Ketidakpastian Pengukuran, Sistem Akreditasi Laboratorium dan Non Conformities ILA G-20:2002.

Read more

Training Behavior Based Safety Batch IV, Lombok 5 - 7 Mei 2010

February 9, 2010 by admin  
Filed under Behavior Based Safety, Health & Safety

LATAR BELAKANG
Banyak perusahaan industri/manufaktur yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi dan berflutuasi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan.

Penelitian angka statistik menunjukkan bahwa 96% dari semua kecelakaan kerja disebabkan karena faktor perilaku manusia. Pekerja adalah manusia yang cenderung mempunyai sifat ceroboh, lalai, sering mengambil jalan pintas (short-cut), tidak mematuhi standar prosedur operasi, dll. Ini semua merupakan paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), yang sering disebut sebagai perilaku tidak aman (unsafe behaviour). Perilaku aman dan tidak aman dari seorang pekerja tidak pernah dianalisa, bahkan tidak pernah dilaporkan sama sekali. Kalaupun ada sistem pelaporannya, akan cenderung mengarah pada suasana saling menyalahkan satu dengan yang lain (blame culture). Padahal, menurut analisa paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), tidak ada perbedaan antara perilaku tidak aman dengan kecelakaan kerja (accident). Keduanya sama-sama “berwujud” sebagai “gunung es”. Bagaimana caranya agar gunung es tersebut mengecil dan mencair ? Perlu adanya suatu komitmen dari semua manajemen dan pekerja, tentang perlunya menghangatkan suasana K3 diorganisasi perusahaan, agar tidak terjadi gunung es yang berkelanjutan, melalui program yang disebut “Behavioral Based Safety”.

Program ini memang sengaja diolah dan dikemas untuk diberikan kepada perusahaan tertentu yang mau menumbuhkan benih kultur K3 (safety culture) di perusahaan tersebut. Program “Behavior Based Safety” ini akan dikelola oleh para pimpinan perusahaan, semua manajer dan supervisor dari perusahaan tersebut. Agar mereka cakap dan handal untuk mengelolanya, maka perlu adanya suatu pelatihan yang dikemas khusus untuk memenuhi kultur K3 yang diinginkan. Pada saat training nanti, mereka akan dibekali teknik metoda baru untuk melakukan percakapan yang berkualitas (“quality conversation”) tentang K3.  Metoda baru ini, sangat dikenal di banyak industri maju yang sudah mencapai nihil kecelakaan kerja, dengan pendekatan iklim K3 yang kondusif (“postive safety climate”). Diharapkan setelah selesai pelatihan, para pimpinan perusahaan, manajer dan supervisor akan mempunyai “mind-set” yang berubah dari sebelumnya, disamping program “Behavior Based Safety” (BBS) yang harus dikelola dari hari ke hari.

Read more

Health and Safety Auditing based on OHSAS 18001:2007 Batch III, Bandung 10 - 12 Maret 2010

February 8, 2010 by admin  
Filed under Health & Safety, OHSAS, Safety Audit, Training

PENDAHULUAN
Top management dari setiap organisasi yang telah dengan segala upaya merancang, mempersiapkan dan melaksanakan Occupational Health & Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007 akan selalu bertanya tentang keefektifan dari pelaksanaan System tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah System telah dilaksanakan secara efektif atau tidak adalah dengan melakukan Internal Audit. Hasil dari Internal Audit akan digunakan sebagai salah satu masukan dalam Management Review yang disyaratkan oleh OHSAS 18001:2007.

Kapan Internal Audit harus dilaksanakan, bagaimana caranya dan siapa yang harus melakukan Internal Audit, serta apa yang harus dilakukan dengan hasil Internal Audit? Dalam pelatihan dua hari ini peserta akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu semua, serta dilatih bagaimana cara melakukan Internal Audit, termasuk praktik langsung melakukan Audit Internal di Perusahaan.

Read more

Training ISO 22000: Understanding and Implementing Food Safety Management System

February 7, 2010 by admin  
Filed under Food Safety, Health & Safety, ISO 22000, Training

PENDAHULUAN
Food Safety Management Systems (Sistem-Sistem Manajemen Keamanan Makanan) berdasarkan ISO 22000 membantu organisasi untuk menatalaksana risiko-risiko yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Sistem-sistem manajemen tersebut perlu memperhitungkan tidak saja peraturan dasar makanan dan praktek-praktek tempat kerja yang dapat diterima, tetapi juga meliputi rencana-rencana kemungkinan untuk terjadinya krisis seperti penarikan kembali produk. Semua jenis praktek tersebut membentuk dasar suatu Food Safety Management System.
Standar ini mencakup key elements untuk membentuk Food Safety, dimana salah satu key element tersebut adalah HACCP yang dirancang untuk digunakan pada semua segmen industri pangan mulai penanaman, pemanenan, pengolahan, pabrikasi, distribusi dan penjualan sampai pada penyiapan makanan untuk dikonsumsi.  Program-program prasyarat seperti GMP yang diterapkan saat ini (current Good Manufacturing Practices, cGMPs) merupakan suatu dasar yang yang penting bagi keberhasilan pengembangan dan penerapan rencana HACCP.  Sistem keamanan pangan yang didasarkan pada HACCP telah diterapkan dengan sukses pada pabrik pengolahan makanan, toko penjual makanan dan operasi jasa pelayanan makanan.

Read more

Konsultan OHSAS

January 21, 2010 by admin  
Filed under Health & Safety, Konsultasi, OHSAS

Print This Post Email to friends

Phitagoras Consulting memberikan jasa konsultan OHSAS 18001 penerapan Occupational Health and Safety Management System berdasarkan OHSAS 18001:2007. Adapun langkah - langkah penerapan konsultasi OHSAS 18001:2007 tersebut adalah sebagai berikut:

FASE PRELIMINARY SURVEY

Tujuan Pelaksanaan:

1. Menganalisa sistem yang telah diterapkan dan membandingkannya dengan persyaratan OHSAS 18001

2. Mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan Sistem Manajemen K3 di perusahaan

3. Merencanakan program penerapan OHSAS 18001 secara lebih terperinci.

Pendekatan:

1. Melaksanakan 1 hari management meeting dan documentation review untuk mengetahui secara keseluruhan struktur organisasi dan bisnis proses

2. Melaksanakan 1 hari audit keseluruh bagian di perusahaan untuk mengidentifikasi kekurangan Sistem Manajemen K3 di Perusahaan dibandingkan dengan persyaratan OHSAS 18001

3. Memberikan usulan program kerja penerapan OHSAS 18001 yang terperinci

Output :

1. Laporan Pre-audit Sistem Keselamatan dan Kesehatan kerja yang berisi ketidaksesuaian Sistem Manajemen K3 perusahaan terhadap standard OHSAS 18001, termasuk rekomendasi perbaikan yang diperlukan

2. Rekomendasi area Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang menjadi fokus perbaikan oleh Konsultan OHSAS bersama-sama dengan ‘TIM OHSAS’ Perusahaan .

Read more

Training Professional Accident Investigation Batch III, Bandung 15 - 16 April 2010

January 20, 2010 by admin  
Filed under Accident Investigation, Training

Kecelakaan akan menyebabkan kerugian dan mengurangi keuntungan perusahaan, tetapi masih banyak yang belum mau melakukan tindakan penanggulangan dengan baik dan serius. Padahal kecelakaan sering terjadi ditempat kerja, bahkan terkadang kecelakaan yang sama terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, tanpa ada upaya penanggulangan sedikitpun. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisa setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang.

Read more

NEBOSH International General Certificate in Occupational Safety and Health Batch VII,Bali 14 - 26 June 2010

Print This Post Email to friends

12 Days Intensive Course
NEBOSH International General Certificate in Occupational Safety and Health 6th Batch

phitagoras_global_duta

Presented By KBA Training Centre Pte.Ltd, Singapore & PT. Phitagoras Global Duta, Indonesia

NEBOSH Training Overview

This NEBOSH Training has been developed for multinational organisations in all sectors working in accordance with international standards or directives but adapting to local needs. It provides organisations with a global presence seeking to adopt an internationally recognised health and safety training programme for its staff. The NEBOSH Certificate is an internationally recognised qualification and provides an excellent underpinning knowledge of safety & health and a sound basis for evaluating hazards and risks. The syllabus incorporates International, technical and other standards where they exist. In other cases, requirements and practices that represent ‘good practice’ are followed.
Topics covered during the course are broken into sixteen elements;

Read more

Next Page »