Training Behavior Based Safety Batch IV, Bandung 20 – 22 Oktober 2010
LATAR BELAKANG
Banyak perusahaan industri/manufaktur yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi dan berflutuasi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat ditekan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan bahwa, K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi. Para manajer dan supervisor percaya bahwa Program K3 tidak mempunyai nilai tambah (added value) bagi dirinya maupun perusahaan. Mental melakukan tugas apa adanya (“check box mentality”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan.
Penelitian angka statistik menunjukkan bahwa 96% dari semua kecelakaan kerja disebabkan karena faktor perilaku manusia. Pekerja adalah manusia yang cenderung mempunyai sifat ceroboh, lalai, sering mengambil jalan pintas (short-cut), tidak mematuhi standar prosedur operasi, dll. Ini semua merupakan paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), yang sering disebut sebagai perilaku tidak aman (unsafe behaviour). Perilaku aman dan tidak aman dari seorang pekerja tidak pernah dianalisa, bahkan tidak pernah dilaporkan sama sekali. Kalaupun ada sistem pelaporannya, akan cenderung mengarah pada suasana saling menyalahkan satu dengan yang lain (blame culture). Padahal, menurut analisa paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), tidak ada perbedaan antara perilaku tidak aman dengan kecelakaan kerja (accident). Keduanya sama-sama “berwujud” sebagai “gunung es”. Bagaimana caranya agar gunung es tersebut mengecil dan mencair ? Perlu adanya suatu komitmen dari semua manajemen dan pekerja, tentang perlunya menghangatkan suasana K3 diorganisasi perusahaan, agar tidak terjadi gunung es yang berkelanjutan, melalui program yang disebut “Behavioral Based Safety”.
Program ini memang sengaja diolah dan dikemas untuk diberikan kepada perusahaan tertentu yang mau menumbuhkan benih kultur K3 (safety culture) di perusahaan tersebut. Program “Behavior Based Safety” ini akan dikelola oleh para pimpinan perusahaan, semua manajer dan supervisor dari perusahaan tersebut. Agar mereka cakap dan handal untuk mengelolanya, maka perlu adanya suatu pelatihan yang dikemas khusus untuk memenuhi kultur K3 yang diinginkan. Pada saat training nanti, mereka akan dibekali teknik metoda baru untuk melakukan percakapan yang berkualitas (“quality conversation”) tentang K3. Metoda baru ini, sangat dikenal di banyak industri maju yang sudah mencapai nihil kecelakaan kerja, dengan pendekatan iklim K3 yang kondusif (“postive safety climate”). Diharapkan setelah selesai pelatihan, para pimpinan perusahaan, manajer dan supervisor akan mempunyai “mind-set” yang berubah dari sebelumnya, disamping program “Behavior Based Safety” (BBS) yang harus dikelola dari hari ke hari.
GARIS BESAR PROGRAM TRAINING BEHAVIOR SAFETY
- Principles of behavioral safety
- Behavioral analysis
- Development of critical behavioral checklist
- Observation methodology
- Communication skills
- Coaching skills
- Statistical analysis of observation data
- Behavior based safety process implementation models
TUJUAN TRAINING BEHAVIOR SAFETY
Workshop dimaksudkan untuk memahami dan mengaplikasikan konsep BBS dalam perusahaan, manfaat serta strategi penerapannya.
SIAPA YANG HARUS MENGHADIRI ?
HSE Manager, HSE Advisor, HSE Supervisor, Anggota P2K3, HRD/Training Manager, dan semua yang terkait dengan pengembangan K3 diperusahaan
FACILITATOR :
Senior Consultant Phitagoras
JADWAL TRAINING BEHAVIOR BASED SAFETY 2010
- Bali, 23 – 25 Februari 2010
- Bandung, 25 – 27 Mei 2010
- Bandung, 20 – 22 Oktober 2010
- Bandung, 8 – 10 Desember 2010
INVESTASI :
Pendaftaran per peserta IDR 7.500.000,-
Pendaftaran & Pelunasan 2 minggu sebelum training IDR 7.250.000,-
Gratis orang ke 5, untuk pendaftaran 4 orang dari satu perusahaan
Modul Training yang berkualitas (hardcopy dan softcopy), Training Kit: tas, Block Note, ballpoint, termasuk jaket atau t shirt, Lokasi training yg nyaman di hotel berbintang empat / lima, Makan Siang, coffee / tea break,Sertifikat,Flash disk berisi materi training, Foto bersama seluruh peserta
REFERENSI :
1. PT. Nissan Motor Indonesia
2. PT. Gardatama Nusantara
3. PT. Apexindo Pratama Duta
4. Biothane Asia Pacific
5. PT. Kaltim Prima Coal
6. PT. SCI – Surabaya
7. PT. Laverton Protection Technology
8. PT. Bekaert Indonesia
9. PT. Cipta Mortar Utama
10.Total E & P Indonesia
11.PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
12.PT. Medco E & P Indonesia
13.Pertamina Learning Center
14.BP Migas
15.PT. Offshore Services Indonesia

Training Behavior Based Safety Hotel Sheraton Bandung, 28 - 30 Desember 2009

cforms contact form by delicious:days












