- Posted on January 4, 2009 by admin

Audit ISO 17025 di PT. Tekenomiks Indonesia

Pertengahan Desember 2008 lalu, tepatnya tanggal 15 – 16 Desember 2008 kami mendapatkan kepercayaan untuk membantu PT. Tekenomiks Indonesia, Balikpapan dalam upaya penerapan Sistem Manajemen Laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2005. Proses penerapan Sistem Manajemen tersebut diawali dengan initial assessment (Gap Analysis) yaitu analisa untuk mengetahui gap antara Sistem Manajemen Laboratorium yang sudah diterapkan di PT. Tekenomiks dan Standard ISO 17025 itu sendiri. Kebetulan proses audit itu dilakukan oleh saya bersama salah seorang senior consultant kami yaitu Pak Yayan Setiawan.

Gap analysis tersebut kami lakukan di dua laboratorium PT. Tekenomiks yaitu di Balikpapan dan di Sangatta, di lokasi pertambangan PT. Kaltim Prima Coal. Dari hasil audit tersebut, kita semua bisa mengetahui posisi klausul – klausul ISO 17025 yang sudah diterapkan dan apa yang masih harus ditambah sehingga kita bisa mengambil action supaya Laboratorium bisa memenuhi semua klausal yang ada dalam standard ISO 17025:2005 itu.

Anyway, ini kali pertama saya datang ke Balikpapan. Namun karena jadwal yang sangat padat, kami hanya sempat makan malam di Balikpapan Plaza, selain siangnya kami diajak makan siang di satu restoran Sea Food yang sangat Yummy. Setelah hari pertama kami diBalikpapan, besok paginya kami harus berangkat ke Sangatta dengan menggunakan Pesawat kecil jenis CASA. Well, karena ini juga pertama kali saya naik pesawat jenis ini, lumayan tersiksa juga dengan suara bising dari baling- baling pesawat selama di perjalanan.

Setelah kami menyelesaikan proses audit di Laboratorium Tekenomiks Sangatta, sore itu juga kami pulang kembali ke Balikpapan dengan menggunakan jalan darat, karena pesawat Airfast Sangatta – Balikpapan sudah full booked. Yah, lumayan juga 8 jam perjalanan dari Sangatta – Samarinda – Balikpapan. Namun karena malam hari, kami tidak bisa terlalu menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Oia, kami makan malam di satu restoran Sunda di jalan raya Sangatta – Samarinda. Hm karena saya dan pak Yayan adalah orang Sunda asli, kami sama – sama excited ketika di tengah – tengah “pedalaman” Kalimantan Timur kami bisa makan masakan Sunda Asli dengan iringan musik Sunda, he3x. Nama resroran itu rumah makan tahu sumedang, kami kira tahunya di impor langsung dari Sumedang, tapi ketika kami tanya ternyata mereka yang buat sendiri tahunya.

Sampai hotel Zurich sudah jam 12 malam, kami langsung istirahat karena besok paginya kami harus kembali ke Jakarta dengan penerbangan pagi.

Kami berterimakasih kepada PT. Tekenomiks atas penyambutannya yang hangat dan kerjasamanya, Pak Yongki (Director), Bu Erna (Lab Manajer) dan Pak Yusuf (Lab Manager Balikpapan) serta seluruh karyawan PT. Tekenomiks. Mudah – mudahan PT. Tekenomiks bisa merealisasikan targetnya dalam mendapatkan akreditasi ISO 17025:2005, amin.

Please read our privacy policy